Sedia Payung Sebelum Hujan

Barangkali judul di atas cocok untuk kondisi cuaca di Indonesia akhir-akhir ini. Saya sendiri merasakan dampak dari perubahan cuaca yang tak menentu ini. Musim kemarau tahun lalu pun terasa begitu cepat. Tiba-tiba hujan sudah kembali mengguyur, mungkin ini dampak dari pencemaran yang kita lakukan sendiri. Penebangan hutan secara besar-besaran tanpa disertai tindakan timbal balik sebagai pencegahan.

Di daerah perumahan saya sendiri, untunglah ada petugas yang pekerja keras, mantan satpam di komplek perumahan saya ini dulunya menjaga komplek perumahan saya. Setelah lama tidak kembali, akhirnya bapak ini kembali dan melakukan pekerjaan sederhana, tetapi berdampak besar untuk komplek perumahan saya.

Setiap hari, beliau menjaga pintu pompa air, bila sewaktu-waktu hujan besar mengguyur daerah perumahan saya. Di lain waktu, saya melihat beliau mengambili batu-batu, sampah dan benda-benda yang sudah mengendap di dasar selokan. Begitu besar pengorbanannya, terbukti hujan besar yang berselang beberapa hari ini, tidak mampu membanjiri wilayah daerah perumahan saya. Tidak seperti dulu-dulu.

Nah, semoga saja contoh di atas membuat kita sadar, bahwa bumi sudah tidak seperti dulu lagi. Marilah kita saling bekerjasama menanggulangi kerusakan yang sudah terjadi dan membangun kembali bumi yang dulu. Beserta dengan jumlah pengunjung yang sudah mencapai 300, di sini saya sekaligus ingin mengucapkan terima kasih atas kesediaan agan-agan sekalian mengunjungi blog saya, meskipun belum banyak yang bisa saya berikan, tetapi animo dari pengunjung sudah membuat saya senang. Terima kasih and let's fight for our earth!

Unknown

No comments:

Post a Comment

Instagram