Oplos Premium dengan Pertamax. Bolehkah?


Sekarang ini harga bahan bakar meningkat jauh hingga terakhir premium yang meningkat drastis menjadi Rp10.500,00. Praktis dengan melambungnya harga BBM, harga kebutuhan lain pun terus menigkat. Beberapa pengendara motor pun mencoba strategi oplos Premium dengan Pertamax atau Pertamax Plus. Sumber-sumber dari yang pernah saya baca pun mengatakan demikian. Bahwa pengoplosan ini aman unuk kendaraan dan tidak ada efek samping dari pengoplosan ini. Begitukah?






Disini saya hanya ingin berpendapat saja :D hehe.. Sebenarnya yang menentukan bahwa kendaraan itu harus diisi dengan BBM jenis apa itu tergantung dari kompresi mesinnya. Contohnya motor dengan kompresi 7:1-9:1 cocoknya dengan Premium, sedangkan untuk Pertamax kompresinya 9:1-10:1 dan untuk Plus 10:1-11:1. Sehingga motor dengan kompresi misalnya 10,5:1 maka sudah dianjurkan menggunakan Plus, tetapi dengan Pertamax masih mampu ditoleransi.

Nah, artinya hanya kedua jenis bahan bakar ini yang sanggup menerima nominal kompresi yang diinginkan dengan mesin. Jika Pertamax ingin dicampur dengan Premium masalahnya disini berarti setiap kali kita mengoplos maka mesin bekerja secara tidak konsisten karena nilai oktannya akan berubah terus setiap kali kita mengoplos kecuali kita menggunakan perbandingan yang tepat setiap kali kita mengoplos agar nilai oktan stabil. Sekarang inti dari yang saya bahas, apakah ketidaksamaan oktan setiap kali kita mengisi berpengaruh pada kinerja mesin? Itu saja yang ingin saya sampaikan. Semoga bermanfaat!

Unknown

No comments:

Post a Comment

Instagram