Pages

Monday, September 29, 2014

Alasan Marquez Mempertahankan Motornya


Well, seperti yang kita tahu balapan Aragon kemarin benar-benarlah seru dan tidak terprediksi. Tidak menyangka bakalan terjadi banyak insiden, jika kita telusuri lebih jauh, jatuhnya Marquez benar-benar berbeda. Ia mempertahankan motornya dengan kedua tangan tetap berada pada stang, padahal hal tersebut berbahaya dan beresiko akan keselamatan dirinya, tetapi apakah benar-benar ada alasan kuat kenapa Marquez melakukannya.

Setelah balapan berakhir dan para komentator berbincang-bincang mengenai race kemarin ternyata saya dapatkan alasan Marquez melakukan hal tersebut, ternyata aksi berbahayanya itu dilakukan untuk mempertahankan mesin motor tetap menyala sehingga ia tetap bisa melanjutkan race meskipun ia akan tetap tertinggal jauh.

Itu sebabnya Marquez kembali masuk dan segera menukar motornya dengan ban untuk kondisi wet atau basah. Demikian hal yang bisa sampaikan. Sekian. Semoga bermanfaat

Sunday, September 28, 2014

MotoGP Aragon 2014 : Lorenzo Juara, Marquez Jatuh..!


MotoGP Aragon 2014 bisa menjadi trek paling menarik pada musim ini. Bagaimana tidak..? Empat insiden terjadi dan tiga diantaranya dialami pembalap-pembalap jagoan. Rossi, Dani Pedrosa dan Marquez, ketiganya terjatuh di trek ini dan membuat hasil balapan minggu ini benar-benar tidak terprediksi.

Sejak pertengahan balapan salah satu pembalap terjatuh setelah keluar jalur. Kemudian dilanjutkan oleh Valentino Rossi yang ingin menyalip Pedrosa tetapi gagal dan membuatnya out kedua. Di penghujung balapan secara tidak terprediksi hujan turun dan makin mempersulit pembalap-pembalap lainnya.

Pedrosa akhirnya terjatuh karena jalanan yang licin dan membuatnya out dari balapan. Lorenzo yang akhirnya terlihat melepas balapan kali ini mengambil jalur aman dan mengganti motornya dengan ban yang digunakan untuk jalan licin. Secara tidak terprediksi pula, Marquez out dari balapan setelah mempertahankan motornya yang menggunakan ban model slick atau licin beberapa lap.

Dan ini menjadi titik balik kemenangan Lorenzo, dimana ia sudah menggunakan ban untuk jalanan basah atau wet. Meskipun terjatuh, Marquez tetap melakukan hal ajaib dengan mempertahankan mesin motornya menyala dengan tetap menggenggam kedua stir yang dianggap berbahaya. Tetapi ia berhasil dan melanjutkan race dengan posisi tertinggal jauh di belakang. Selamat buat Lorenzo yang mendapatkan podium nomor satu dan juga bagi para pembalap lain yang mendapatkan kesempatan podium. Sekian dari saya. Semoga bermanfaat!

Saturday, September 27, 2014

Head 2 Head : Produk Honda vs Produk Yamaha

Kali ini secara langsung saya akan melihat dan menjabarkan secara singkat bagaimana sih setiap pabrikan mengelola produk mereka dan menjuruskannya agar produk buatannya sesuai dengan kemauan konsumen.


Pada dasarnya Honda pandai dalam merangkai fitur-fitur menarik dan pada dasarnya pula, Yamaha pandai dalam membuat motor yang berperforma baik. Beberapa fitur menarik yang dikembangkan oleh Honda adalah idling stop system pada Vario 125cc-nya, fitur answer back system dan juga lampu HID bening yang sudah diterapkan pada Vario 110cc-nya menjadi nilai plus dari Honda yang mengutamakan fitur-fitur canggih. Itulah alasan dasar mengapa saya memilih Honda sebagai pabrikan yang menghasilkan produk dengan fitur-fitur yang memanjakan penggunanya.

Berbeda dengan Yamaha yang lebih fokus pada performa kendaraan yang dimilikinya. Seperti suspensi yang lebih padat yang memungkinkan kendaraan mampu bermanuver dan jago di jalan maupun keluar dari jalanan. Contohnya adalah X-Ride, kendaraan multi fungsi yang ditujukan untuk menempuh medan apapun yang dihadapinya. V-ixion, merupakan motor sport handal jalanan yang termasuk tangguh di kelasnya.

Dari sini, kita dapat menarik garis besar, bahwa produk Honda memiliki fitur-fitur yahud yang membuat konsumen betah mengendarainya. Di sisi lain, Yamaha pandai dalam merakit motor-motor berperforma tinggi. Sekian dari saya. Semoga bermanfaat!

Friday, September 26, 2014

R15 vs CBR150R Lokal, Bakalan Sengit..!



Bagaimana tidak, kedua motor ini dijual dengan harga yang nyaris sama dengan fitur-fitur sepadan pula. Untuk mengimbangi harga R15 yang dijual dengan harga yang menggiurkan, yakni sekitar 28 jutaan, maka Honda pun melokalkan CBR150R yang dulunya berstatus CBU (Completely Built-Up) yang dijual dengan harga 30 juta ke atas sehingga menjadi hanya 29 jutaan. Belum lagi desain yang dianut diambil dari Honda CBR250R terbaru dengan lampu ganda. Pasti akan menarik konsumen dan membuat pertarungan keduanya menjadi seimbang.

Soal spesifikasi memang sudah banyak dibahas, kali ini yuk kita membahas aksesoris-aksesoris yang dikeluarkan masing-masing pabrikan. Bakalan makin seru nih.. Karena keduanya mengeluarkan aksesoris yang bikin tampilan tunggangan makin yahud..! Yuk cek di sini..

Mendapat sumber dari Okezone - Aksesoris CBR150R vs R15, masing-masing pabrikan mengeluarkan aksesoris yang ciamik seperti cover single seater, tank pad, fuel cap dan masih banyak lagi. Berikut gambarnya


Pada Yamaha terdapat tujuh aksesoris seperti engine guard, cover tandem bracket hingga rear paddock stand dengan harga bervariatif  pada setiap item yang membuat tampilan semakin gahar.


Pada Honda, mengeluarkan beberapa item yang hampir sama dengan desain yang tidak kalah menarik seperti radiator cover dan smoke visor atau visor dengan tampilan gelap. Semuanya dijual dari pihak resmi pabrikan dan dipastikan akan menambah penampilan motor agan-agan sekalian. Sekian dari saya. Semoga bermanfaat!

Saturday, September 13, 2014

CBR150R Lokal, Upaya Honda Memangkas Harga Motor Sport Satu ini


Sudah menjadi rahasia umum bahwa Honda melokalkan produk sport fairing-nya, yakni CBR150R. Tidak hanya secara desain saja, tetapi ada juga beberapa perubahan seperti penggunaan sasis Diamond Truss yang lebih ringan dan kuat dibanding sasis twin spar yang digunakan pada CBR lama.

Perubahan lainnya yang patut diperhatikan adalah penggunaan lampu model dual atau ganda dimana yang sebelumnya menggunakan lampu single atau satu buah saja. Selain itu, terdapat perbedaan ukuran body dimana pada CBR lama berukuran (p x l x t) 1.977 mm x 695 mm x 1.130 mm dengan wheelbase (jarak antar roda 1.310 mm, sedangkan pada versi new berukuran 1.995 mm x 711 mm x 1.117 mm dengan wheelbase sebesar 1.296 mm.

Mesinnya pun tidak mengalami perubahan dengan mesin 150 cc, 4 katup, DOHC dengan 6 percepatan, tetapi menurut beberapa sumber, mesin mengalami kenaikan tenaga. Sekian dari saya. Semoga bermanfaat.

Friday, September 12, 2014

Shell vs Pertamina


Kedua perusahaan besar ini memang saat ini boleh dibilang sedang bersaing. Bagaimana tidak..? Kejadian surutnya bahan bakar beberapa waktu lalu, boleh dibilang bencana bagi Pertamina, tetapi untung untuk Shell yang secara tidak sengaja justru kelimpahan rejeki, dimana beberapa tempat pengisian berlogo Shell mengalami lonjakan pembeli. Deretan konsumen baik mobil maupun motor berbondong-bondong mengisi di SPBU satu ini.

Karena saya pun sudah pernah mengisi di kedua SPBU, mari kita cocokkan apa saja sih kelebihan dan kekurangan dari salah satu merek dengan merek lainnya, tidak hanya dari segi bahan bakarnya, tetapi juga kelayakan tempat dan pelayanan yang diberikan.

Pertama, mari kita bahas kelayakan tempat, kelayakan tempat jelaslah menjadi faktor utama pengisian bahan bakar Shell, dengan lampu yang terang, zebra cross penyeberangan dan lain sebagainya patut diperhitungkan yang membuat para pengisi BBM merasa sangat nyaman dan aman. Selain itu, kelayakan tempat juga mendukung berkurangnya modus kejahatan dengan mengotak-atik mesin dsb dapat dihindari. SPBU Pertamina tertentu jelas tidak memasuki kriteria ini, tetapi secara perlahan-lahan, Pertamina juga sudah mulai mengikuti jejak Shell untuk menciptakan tempat yang terang dan aman. Plus 1 untuk Shell


Kedua, kualitas bahan bakar. Untuk satu ini sudah dipastikan hampir setara untuk kedua pabrikan. Harga pun ada pada level yang sama. Plus 1 untuk keduanya.

Ketiga, keramahtamahan petugas. Untuk ini sekali lagi Shell mendapatkan 1 poin dan Pertamina 0.5 poin dengan adanya usaha dalam keramahtamahan pada hampir seluruh SPBU Pertamina.

Keempat, efisiensi. Untuk urusan satu ini, satu skor untuk Pertamina, dimana kebiasaan kerja dalam setiap konsisi dan keramaian membuat para pekerjanya, mampu berpikir dan bertindak secara efisien dan cepat. Plus 1 untuk Pertamina.

Kelima, ragam bahan bakar menjadikan pertamina unggul satu poin dengan adanya, Premium, Pertamax, Pertamax Plus, Bio-Solar dsb.

Overall, Shell mendapatkan poin sebesar 3 untuk shell dan juga 3.5 untuk Pertamina. Sekian dari saya. Semoga bermanfaat

2014 CBR150R Tampil Sporty


Jika di Indonesia Honda merilis versi terbaru dari CBR150R, di Thailand sana mereka justru merombak striping yang membuat CBR150R sana terlihat semakin sporty. Cek kombinasi warna yang ada pada Honda CBR 2014 Thailand, yakni hitam merah dengan garis abu-abu dan fairing carbon membawa warna baru pada CBR150R ini.


Selain warna merah-hitam, ada pula kombinasi putih-hitam dengan garis merah yang membuat CBR ini terlihat fresh. Selain dua warna di atas, ada pula warna hitam sebagai pilihan ketiga dari warna baru CBR ini. Berikut lampiran gambarnya.


Kombinasi yang tepat antara warna hitam-abu-abu dan garis merah semakin menonjolkan aura sangar pada motor ini. Belum lagi fitur standar yang mewah khas CBR dengan speedometer digital, perangkat suspensi monoshock, lampu belakang yang stylish, Programmed Fuel Injection yang disingkat PGM-FI, sistem perangkat injeksi khas Honda dan juga mesin berpendingin cairan yang membuatnya selangkah lebih maju. Sekian dari saya. Semoga bermanfaat.

Thursday, September 11, 2014

Tiga Livery Baru MotoGP New Vixion, Xeon RC dan Jupiter MX


Berbarengan dengan hadirnya klan R pada Yamaha, tidak membuat Yamaha menganaktirikan produk-produk Yamaha lainnya. Seperti contoh gambar yang akan saya beberkan kali ini adalah untuk membuktikan konsistensi Yamaha dalam meluncurkan produk-produk baru yang keren dan inovatif.

Yup, Yamaha New Vixion MotoGP edition terkena salah satu dampak penyegaran dari produk Yamaha. Dengan lebih sedikitnya warna biru pada tangki yang diubah menjadi warna putih menjadikan Yamaha Special Edition ini terlihat lebih fresh. Ada pula New Jupiter MX  dan Yamaha Xeon RC yang juga mendapat imbasnya. Silahkan cek gambar di bawah ini.



Sayangnya gambar di atas belumlah secara gamblang terlihat. Hanya bagian samping-samping saja yang terlihat. Sekian dari saya. Semoga bermanfaat!

Wednesday, September 10, 2014

Upaya Penghematan BBM Motor Matic


Jika setiap masalah ada solusinya, begitu pula masalah satu ini, pasti ada solusinya. Masalah utama yang dihadapi para pengguna adalah bahan bakar yang cenderung lebih boros, putaran mesin tinggi sehingga mesin cepat panas.

Hal pertama yang agan-agan bisa lakukan adalah percepatan secara halus dengan menarik gas secara perlahan hingga kecepatan yang diinginkan. Menarik terlalu dalam akan membuang bensin percuma dan pembakaran tidak sempurna yang biasanya berujung pada motor brebet atau mengeluarkan asap tanda pembakaran tidak sempurna.

Meskipun ingin kencang, agan-agan dapat menstabilkannya dengan merunut gas secara perlahan-lahan. Ini akan mengurangi pemakaian BBM sebesar 20%.

Sering-seringlah melakukan servis sesuai jadwal, gunakan carbon cleaner dan juga bahan bakar tanpa timbal yang secara tidak langsung mampu menambah keawetan mesin, panas berlebihan yang dihasilkan dari motor dapat mempercepat keausan dari mesin.

Oleh karena itu semua ini dibutuhkan untuk menunjang penghematan pada motor matic. Sekian dari saya. Semoga bermanfaat.

Konsumsi BBM Yamaha Mio 2007 Masih Tembus 30-35 km/L


Untuk membuktikan bahwa motor matic jaman sekarang tidaklah seboros yang agan-agan sekalian pikirkan, kali ini saya akan membahas percobaan yang sudah lama saya lakukan, tetapi belum sempat di posting karena saat itu saja saya belum menulis di Blogger ini.

Meskipun tanpa bukti otentik, artikel ini bisa saja dijadikan acuan atau sekedar pengetahuan saja, bahwa penggunaan yang tepat akan menghasilkan tenaga dan gas buang yang optimal. Metode menggunakan isi bensin hingga bagian mulut tangki, lalu dipakai dengan penggunaan standar, tidak eco-mode maupun high performance banget.

Waktu itu sebelum kenaikan BBM, harga bensin masih 4.500 rupiah per liter. Isi penuh sekitar 3 hingga 4 liter. Setelah perjalanan bolak-balik kampus, jemput adik, dll, didapatkan bahwa 1 liter Mio 2007 mampu menembus 30 hingga 35 km/L. Jumlah yang cukup irit bila dilihat dari tahun dan kondisi dari motor ini.


Jaman sekarang ini, motor-motor matic sudah dibekali injeksi, jadi tidak heran bila keiritannya mampu menyaingi motor-motor setara bahkan lebih. Sekian dari saya. Semoga bermanfaat

Menghabiskan 1 Tangki Bensin dalam Sehari


Pernah ngga agan-agan sekalian mengendarai motor langung menghabiskan 1 tangki bensin hanya dalam kurun waktu kurang dari sehari. Saya sendiri yang dulunya sempat menunggangi Yamaha Mio 2007 pernah mengalami hal yang sama. Sekali lagi, arikel ini tidak dibuat unuk menyudutkan satu pihak atau jenis motor tertentu. Di sini saya mengalami pengalaman yang mungkin pernah terjadi barangkali oleh pengendara matik lainnya.

Dalam sehari saja 1 tangki yang berisi 4-5 meter habis dalam perjalanan yang tidak terlalu jauh maupun tidak terlalu dekat. Segera setelah menservis lalu mengalami kejadian tersebut, saya langsung kembali ke bengkel resmi Yamaha untuk mengecek kondisi mesin. Ternyata tidak ada kesalahan atau setingan yang dirubah, setelah konsultasi dengan bengkel Yamaha.

Yang saya ingat hari tersebut saya agak terlambat bangun pagi, tidak melewati jalur alternatif yang lebih cepat dan terlambat menjemput adik saya dan setelah itu harus segera kembali ke kampus dengan catatan membuka gas secara berlebihan supaya mendapatkan kecepatan yang saya inginkan.

Sore setelah saya selesai kampus, saya kembali mengecek ke Yamaha untuk mendapatkan informasi apa yang saya alami. Ternyata mesin bekerja dengan sangat baik dan tidak ada masalah. Dari sini saya menyadari bahwa apa yang saya lakukan dengan membuka gas besar-besaran dalam jangka waktu lama akan menyedot bensin habis-habisan sehingga wajar dalam sekali perjalanan gas mentok, maka dalam sehari 4 hingga 5 liter bensin dapat habis segera.

Di sini saya tidak menyalahkan atau membenarkan satu pihak, tetapi kenyataannya, kita sendiri sebagai penguna motor lah yang bertanggungjawab penuh atas bagaimana reaksi motor terhadap perilaku pengandara dalam berkendara. Sekian dari saya. Terima kasih